Berbagai Versi Naga(Dragon) di Dunia

December 10, 2009 at 7:41 am (Mystery)

Dragon atau naga, sering diwujudkan sebagai binatang berbentuk ular raksasa, bertaring, berkaki, bersayap, maampu menyemburkan api, dll. Namun penafsiran ini masih bersifat semu, hal ini karena mungkin sebagian dari kita menafsirkannya dari game, komik, atau film-film yang memuat gambar naga tersebut.
Sebenarnya, istilah Naga berasal dari India, bahasa Sansekerta yang berarti “ular”. Dalam naskah Mahabharata dikisahkan bahwa para Naga merupakan anak-anak Resi Kasyapa dari perkawinannya dengan Dewi Kadru. Nama-nama mereka yang terkenal antara lain Sesa, Taksaka, Basuki, Karkotaka, Korawya, dan Dritarastra.Bangsa Naga yang berjumlah ribuan memiliki dua orang sepupu berwujud burung dan disebut sebagai bangsa Kaga. Keduanya bernama Aruna dan Garuda, yang merupakan putra dari Dewi Winata yang juga dinikahi Resi Kasyapa. Dengan demikian, hubungan antara Naga dengan Kaga selain sebagai sepupu juga sebagai saudara tiri. Meskipun demikian hubungan mereka kurang baik dan sering terlibat perselisihan.

Di antara para Naga ada pula yang menjadi dewa, yaitu Sesa, yang tertua di antara putra Kadru. Ia memisahkan diri dari adik-adiknya dan hidup bertapa menyucikan diri. Ia akhirnya diangkat sebagai dewa para ular, bergelar Ananta.
Dalam tradisi Cina juga terdapat makhluk bernama Liong atau Lung yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah naga. Makhluk ini digambarkan sebagai ular berukuran raksasa, lengkap dengan tanduk, sungut, dan cakar, sehingga berbeda dengan naga versi India.

Naga versi Cina dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya angin topan. Pada umumnya makhluk ini dianggap memiliki sifat yang baik selama ia selalu dihormati. Naga dianggap sebagai penjelmaan roh orang suci yang belum bisa masuk surga. Biasanya roh orang suci menjelma dalam bentuk naga kecil dan menyusup ke dalam bumi untuk menjalani tidur dalam waktu lama. Setelah tubuhnya memebesar, ia bangun dan terbang menuju surga.
Sebagian ilmuwan berpendapat, naga Cina merupakan makhluk khayal yang diciptakan oleh masyarakat zaman dahulu akibat penemuan fosil dinosaurus. Makhluk ini juga dikenal dalam kebudayaan Jepang dengan istilah Ryu.
Naga dalam budaya Kalimantan, kususnya suku Dayak dan suku Banjar dianggap sebagai simbol alam bawah. Naga digambarkan hidup di dalam air atau tanah dan disebut sebagai Naga Lipat Bumi. Naga merupakan perwujudan dari Tambun yaitu makhluk yang hidup dalam air.
Menurut budaya Kalimantan, alam semesta merupakan perwujudan “Dwitunggal Semesta” yaitu alam atas yang dikuasai oleh Mahatala atau Pohotara, yang disimbolkan enggang (burung), sedangkan alam bawah dikuasai oleh Jata atau Juata yang disimbolkan sebagai naga (reptil). Alam atas bersifat panas (maskulin) sedangkan alam bawah bersifat dingin (feminim). Manusia hidup diantara keduanya.
Dalam budaya Banjar, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih sedangkan alam atas milik Pangeran Suryanata. Setelah berkembangnya agama Islam, maka oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai oleh Nabi Daud, sedangkan alam bawah dikuasai oleh Nabi Khidir Dalam arsitektur rumah Banjar, makhluk naga dan burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran, tetapi sebagai budaya yang tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang tidak memperkenankan membuat ukiran makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk makhluk bernyawa tersebut disamarkan atau didistilir dalam bentuk ukiran tumbuhan.

Mitos dan dongeng rakyat tentang naga juga telah tumbuh di dunia Barat sejak berabad-abad silam. Naga di dunia Barat digambarkan sebagai kadal besar dengan 2 tangan dan 2 kaki yg memiliki sayap begitu besar, juga memiliki kemampuan untuk menyemburkan lidah-lidah api dan digambarkan memiliki gua bawah tanah. Naga seperti ini adalah naga yang terlihat dalam film Harry Poter : And The Goblet Of Fire. Naga ini selalu digambarkan memangsa manusia.
//

Permalink Leave a Comment

Sea Kraken

December 10, 2009 at 7:38 am (Mystery)


Kita tahu bahwa dalam film Pirates of Caribbean Davy Jones memiliki seekor peliharaan berwujud gurita raksasa dengan sebutan Sea Kraken, sebenarnya cerita ini berawal pada cerita tentang Kraken, dari Norwegia di abad kedua belas, merujuk kepada makhluk ukuran sebuah pulau. Bahkan di tahun 1752, ketika Uskup Bergen, Erik Ludvigsen Pontoppidan, menulis Sejarah Alam Norwegia, ia menggambarkan Kraken sebagai “pulau terapung” satu setengah mil. Dia juga mencatat: “Tampaknya ini adalah lengan mahkluk ini, dan, katanya, jika tangan-tangan itu menangkap manusia terbesar dari perang, mereka akan menariknya ke bawah.

Cerita Kraken kemudian membawa makhluk ke yang lebih kecil, tapi masih ukuran dan berasimilasi mengerikan sebagai gurita raksasa.

Setidaknya tiga kesempatan di tahun tiga puluhan mereka menyerang sebuah kapal. Sementara cumi-cumi mendapatkan yang terburuk dari pertemuan tersebut ketika mereka duduk di baling-baling kapal, fakta bahwa mereka menyerang pada semua menunjukkan bahwa dan mungkin mahkluk ini mungkin salah mengira ini seekor paus.

Mungkin tidak ada makhluk legendaris sama mengerikan sebagai Kraken, rakasa laut raksasa. Menurut cerita besar ini, banyak orang bersenjata, makhluk tampak seperti sebuah pulau ketika bergerak dan dapat mencapai setinggi puncak sebuah kapal layar tiang utama dengan lengan dikerahkan.

Ketika si Kraken menyerang sebuah kapal, ia membungkus lengannya di sekitar lambung dan terbalik. Para kru akan tenggelam atau dimakan oleh rakasa. Kraken kebanyakan terlihat di laut dari Skandinavia. Nelayan mengatakan bahwa sejumlah besar ikan-ikan basah tertarik di sekitar Kraken dan perahu yang berhasil menangkap ikan di sekitarnya tanpa membangunkan itu akan dapat menangkap ikan lebih dari muatan kapal.

sumber : http://www.monstrous.com/

Permalink Leave a Comment

Misteri fenomena ufo Viborg

December 10, 2009 at 7:34 am (Mystery)

Pada 11 April 1975, seorang polisi mengunjungi sebuah toko cuci cetak foto langganannya di Viborg, Denmark. Sesampai disitu, penjaga toko kenalannya memperlihatkan kepadanya sebuah foto yang misterius. Foto itu menunjukkan adanya objek seperti awan yang berbentuk ufo.

Tidak semua fenomena bisa dijelaskan secara ilmiah, namun kebanyakan ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Seperti fenomena ini contohnya.

Para peneliti ufo menyebut objek di dalam foto itu sebagai ufo Viborg. Ketika pertama kali diperlihatkan ke publik tahun 1979, foto itu segera menjadi objek penelitian intensif para ufolog, peneliti independen dan bahkan militer Denmark.

Polisi yang melihat foto tersebut, lalu meminta nama dan alamat pemilik foto yang ternyata seorang pengusaha lokal bernama Mr. Laursen. Ia kemudian mendatanginya dan mulai mengadakan wawancara. Transkrip wawancara itu dibuat dalam bentuk laporan dan diserahkan ke kepala penerbangan skuadron pesawat tempur Denmark dan salinannya diserahkan ke dinas rahasia polisi Denmark untuk diteliti lebih lanjut.

Menurut Mr. Laursen, foto itu diambil pada tanggal 17 November 1974 sekitar pukul 9 pagi. Ia sedang berjalan bersama anjingnya di tepi danau Norre So di Viborg untuk memotret burung-burung yang beterbangan di situ. Temperatur saat itu diperkirakan sekitar 5 derajat celcius dan langit terlihat cerah dengan sedikit kabut di atas permukaan danau.

Kemudian ia segera menyadari adanya awan berbentuk aneh menggantung di langit. Ia meraih kameranya dan memotretnya. Lalu Ia melihat ke sekelilingnya, berharap ada orang lain yang juga melihatnya. Namun ternyata ia sendirian disitu. Beberapa waktu kemudian, awan aneh itu menghilang.


Mr. Laursen lalu menyerahkan negatif film foto itu kepada petugas polisi tersebut dan memintanya untuk menyelidikinya.

Dari foto tersebut, terlihat sebuah objek seperti awan berbentuk ubur-ubur dengan diameter sekitar 20 meter. bentuknya yang aerodinamis segera mengingatkan kita pada bentuk-bentuk ufo klasik.

Ketika kita melihat bentuknya yang indah, mungkin sebagian dari kalian akan segera menyebutnya sebagai rekayasa. Namun, perlu diingat, foto ini diambil pada tahun 1974 dan diperlihatkan ke publik pada tahun 1979. Saat itu belum ada teknologi photoshop. Lagipula foto ini telah diteliti dan dinyatakan asli.

Teori-teori yang diajukan mengenai objek dalam foto ini menjadi sangat beragam tergantung dari latar belakang keilmuan pihak yang menelitinya.

Misalnya, bagi sebagian besar ufolog, objek tersebut adalah sebuah pesawat alien yang sedang berkamuflase dalam rupa awan.

Menurut Colman Vonkeviczky, seorang mantan militer dan peneliti ufo, objek tersebut adalah sebuah pesawat tanpa mesin pendorong. Sebagai tambahan ia mengatakan bahwa bayangan dari pesawat tersebut menunjukkan adanya objek metalik dengan struktur berupa “dome” dengan sebuah cincin yang menyebabkan adanya awan kabut disekelilingnya.

Michael Hasemann, seorang penulis masalah-masalah ufo dari jerman juga memberikan pendapatnya mengenai objek tersebut :

“Efek penguapan yang ada pada objek tersebut menunjukkan bahwa permukaan ufo tersebut memiliki suhu yang lebih rendah dari minus 180 derajat celcius. Karena karakterisitik inilah maka udara yang mengelilinginya mulai mencair dan mengalir ke bawah yang membuat objek tersebut terlihat seperti memiliki ekor ubur-ubur.”

Walaupun begitu, tidak semua organisasi peneliti ufo setuju dengan pendapat itu.

Sebuah organisasi bernama Ground Saucer Watch (GSW) yang merupakan spesialis peneliti foto misterius menyimpulkan bahwa objek tersebut adalah sebuah awan kumulus.

Dan kesimpulan GSW ini terbukti menjadi awal pemecahan misteri ufo Viborg.

Kesimpulan GSW ini kemudian dikuatkan oleh Skuadron pesawat tempur Denmark. Menurut mereka, objek tersebut adalah sebuah fenomena awan aneh yang terbentuk akibat adanya pelepasan uap panas air. Untuk membuktikannya, kepala skuadron segera menghubungi Viborg Heating Instalation (VHI) untuk mengadakan pengujian lanjutan.

Menurut VHI, ketika uap panas air terlepas ke udara, memang kadang dapat tercipta fenomena seperti yang terlihat pada foto ufo Viborg. Apalagi pada saat mesin “boiler” sedang dibersihkan.

Ketika lokasi pemotretan diperiksa, para peneliti menemukan ada sebuah cerobong pemanasan yang mungkin bertanggung jawab atas fenomena itu.


Jarak antara Mr Laursen yang mengambil foto dengan cerobong tersebut sekitar 350 meter. Saat itu ada angin kencang dengan kecepatan sekitar 20 knots yang bertiup dari barat daya. Angin inilah yang dianggap telah membawa uap dari cerobong dan menyebabkan terbentuknya ufo Viborg.

Misteri ini terpecahkan !

Namun, baru 19 tahun kemudian, orang-orang bisa melihat teori ini menjadi kenyataan.

Pada tahun 1993, Ned Kahn, seorang seniman yang terinspirasi oleh fenomena-fenomena alam seperti api, angin dan air berniat mencipta ulang fenomena ufo Viborg dengan menciptakan sebuah alat yang dapat menyemburkan uap.

Ketika ia menjalankan mesin buatannya, maka seperti sebuah deja vu, ufo Viborg kembali muncul, namun kali ini di sebuah studio.


Manifestasi awan yang dibuat Kahn dikenal dengan sebutan toroidal vortex atau cincin awan. Luar biasanya, ia berhasil menciptakan awan yang sangat menyerupai ufo Viborg. Perbedaannya hanyalah pada ukuran awan yang tercipta.

Menariknya, tenyata bukan hanya pelepasan uap panas yang bisa menciptakan awan aneh seperti itu. Sebuah penyembur api berukuran besar ternyata juga bisa menciptakan awan ubur-ubur seperti yang terlihat pada foto di bawah ini. Awan ini terlihat pada festival Burning Man di Nevada.


Apakah uap air ataukah penyembur api raksasa. Fenomena ufo Viborg telah berhasil dipecahkan dengan sempurna.

(caelistia.com, forgetomori.com)

Permalink Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.